Akhir sebuah Cerita
Al Kisah penulis
Dulu kami usia belasan tahun atau kurang lebih usia2 SMP pada Jamanya waktu itu mengalami kisah pilu aku yang notabene seorang pemuda tanggung datang dari keluarga yang tidak mampu aku adalah anak ke empat dari 5 bersaudara sebelum berlanjut aku flashback pada kisahku dan keluargaku.
Semenjak aku di lahirkan sekira usiaku 5 tahun kedua orang tuaku bercerai naas memang jodoh-kematian-kebahagiaan-celaka benar-benar urusan tuhan.
Pada masa perpisahan ibu dan ayahku mereka sudah di karuniai 4 orang putra dan satu orang putri sepintas gak mungkin keduanya bisa berpisah anaknya sudah 5 namun itulah nasib.
sejak orang tuaku berpisah aku tinggal bersama neneku di sebuah kampung di sebuah desa di kabupaten tasikmalaya sementara sdra2ku ada yang tingal dengan keluarga besar bapaku
Ibuku bekerja sebagai PRT di jakarta untuk menghidupi aku tentunya dan kakek neneku yang di amanatkan mengurus diriku.
Aku hidup seadanya makan ku di atur oleh neneku maklum jaman itu jaman nya masih susah meski hasil pangan melimapah namun urusan makan benar2 di atur dan terasa susah.
singkat cerita aku beranjak dewasa dalam stara usia waktu itu pekerjaanku di kampung hanya ikut nyangkul sesekali ngambil kayu bakar untuk sekedar menuanaikan tugas dari sang nenek yang memberiku makan.
Pada usia itu akupun sering di suruh orang atau tetangga untuk sekedar mengantar pergi ke pasar - mengambil air bersih atau apa pun pekerjaan yang bisa di kerjakan sesuai frase usiaku saat itu.
Usiaku semakin bertambah kedewasaanku makin terasah hasrat /atau ketertarikan pada lawan jenis mulai lah ada.
Dialah seorang gadis lugu berparas cantik berkulit putih dengan rambut sebahu aku mencoba peruntungan mencoba menarik perhatianya dan mendekatinya.
Aku masih ingat persis katika kami sama - sama bermain berangkat ngaji bareng disanalah aku mulai melirik2 betapa aku jatuh hati padanya.
Singkat cerita gayung bersambut entahlah darimana asal usulnya aku pun tidak ingat apakah aku pernah mengutarakan rasa cintaku atau tidak begitupun dia aku tidak ingat apakah ia menyatakan menerima cintaku atau tidak yang jelas kami merasa dekat sering curi2 pandang ada seseklai waktu ketemu.
Oya setelah bbrapa bulan kami bersama namun aku gak ingat berapa bulan sebenarnya kami saling memperhatikan.
Seiring waktu aku di tawari kerja di sebuah percetakan di kota garut karena kau tidak melanjutkan sekolah maka aku putuskan bekerja memerima jakan kerja itu dengan menaruh harapan katika aku sudah kerja dan punya uang aku berharap memiliki sang pujaan hati itu dan di restuai oleh kedua orang tuanya.
Pekerjaanku tidaklah berat seminggu sekali aku bisa pulang dengan harapan bisa menemui gadis lembut berparas cantik yang aku senantiasa impikan.
Hari Sabtu telah tiba malam minggu aku pulang kadang aku pulang pada minggu pagi kadang bertemu kadang tidak.
Suatu saat karena kedekatan kami masih berlanjut akupun sudah bisa cari uang coba beri hadiah ada 2 buah kaset pita yang aku belikan sesuai permintaanya.
akupun buatkan kartu nama untuknya sebagai hadiah atau karyaku sebagai pekerja percetakan .
Ketika kami sedang asyik menjalani sebuah hubungan rupanya aku di perhatikan oleh keluarga besarnya pada masa itu.
kufu😔
Tak ayal seusai aku bertemu dengan sang kekasih aku di datangi oleh kakanya dan mencoba menasihatiku untuk tidak menggangu dia karena dia sedang sekolah menurutnya.
Seiring waktu banyak desas desus tersiar kabar bahwa aku di tertawakan karena di anggap gak punya akhlaq mencoba medekatinya tanpa melihat siapa aku menurutnya aku hanya seorang pemuda yang gak punya apa-apa yan memang kenyataan seperti itu aku memang terlahir dari keluarga tidak mampu.
Kami pun nampaknya menjalani hidup masing2 ia sekolah akupun bekerja sampailah pada usia dewasa aku lebih dulu menikah dan dia masih sekolah entahlah sadar ataupun tidak kami sama - sama menjalani kehidupan masing - masing.
21 tahun berlalu kami tidak sengaja di pertemukan dalam sebuah akun media social Facebook ini hal yang membuatku terasa terlahir kembali atas kemunculan akun sosok wanita pujaan yang 21 tahun lalu tak berkabar.
dia mengajaku berteman sontak aku liat profilenya dan ternyata ia adalah wanita impianku yang selalu hadir mengisi mimpiku semasa aku berpisah denganya.
Aku tak dapat menceritakan betapa aku serasa terlahir kembali karena cinta pertamaku kini muncul dan hidup kembali.
aku tak laggi berpfikir bahwa aku sudah punya anak-istri atau kelaurhga yang aku pikirkan hanyalah aku ingin membahagiakanya aku ingin meneruskan kisah cintaku yang telah tertunda 21 tahun itu.😊.
akupun bertemu saling berkabar-saling memuji-saling jatuh cinta-saling sayang menyayangi dan akupun menikahinya karena memang aku sangat mencintainya.
terimakasih atas kembalinya dirimu 😘
Bungsu
Komentar
Posting Komentar